Adaptasi Antarbudaya Etnik Bugis, Etnik Tionghoa Dan Etnik Sikka Krowe Dalam Aspek Sosial Dan Budaya

Authors

  • Stefanus Ricy Sarianto Universitas Hasanuddin Makassar
  • Jeanny Maria Fatimah Universitas Hasanuddin Makassar
  • Muhamad Farid Universitas Hasanuddin Makassar

DOI:

https://doi.org/10.31004/joecy.v5i3.3350

Keywords:

Adaptasi Antarbudaya, Etnik, efektivitas, binding affinity

Abstract

Adaptasi antar budaya menjadi penting dalam konteks kehidupan multietnis seperti di Kabupaten Sikka. Terdapat pertemuan tiga kelompok etnik yang menonjol yakni etnik Sikka Krowe sebagai penduduk asli, serta etnik Bugis dan etnik Tionghoa sebagai pendatang yang telah lama bermukim dan menjadi bagian dari tatanan sosial lokal. Ketiga kelompok etnik ini hidup berdampingan dalam ruang sosial yang sama, namun membawa latar belakang budaya yang berbeda. Dalam situasi seperti ini, adaptasi antar budaya menjadi kunci utama untuk menciptakan kohesi sosial dan mencegah konflik horizontal. Dalam penelitian ini berupaya untuk mengetahui proses adaptasi yang dilakukan oleh etnik Bugis dan Tionghoa dan etnik Sikka Krowe di Kabupaten Sikka dengan tujuan penelitian yakni menganalisis bagaimana efektivitas adaptasi etnik Bugis, etnik Tionghoa dan etnik Sikka Krowe dan menganalisis faktor yang menghambat  proses adaptasi antara etnik Bugis, etnik Tionghoa dan etnik Sikka Krowe di kabupaten Sikka. Penelitian ini menggunakan metode metode penelitian kualitatif dimana informan berasal dari etnik Bugis dan etnik Tionghoa. Hasil penelitian ini menunjukan adanya  efektivitas adaptasi antarbudaya oleh etnik Bugis dan etnik Tionghoa yakni seikap saling menghormati budaya dan bahasa, penggunaan bahasa secara jelas dan sederhana, mempelajari dan memahami budaya serta membangun hubungan kerja sama dan toleransi sedangkan faktor hambatan oleh kedua etnik tersebut yakni gangguan pada nada bahasa, nilai budaya dan norma sosial yang berbeda dan kurangnya ruang pertemuan budaya

References

Berry, J. . (1997). Immigration, acculturation, and adaptation (1st ed.). Applied Psychology.

BPS. (2020). Statistik Indonesia 2020. Badan Pusat Statistik.

Fatimah, J. M. (2023). ed.1. In Integrasi Komunikasi Antar Etnik Tionghoa dan Pribumi. Unhas Press.

Gudykunst, W. . (2005). Theorizing about Intercultural Communication.

Handoyo, D. (2014). Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Pusat Penelitian dan Pengembangan Perubahan Iklim dan Kebijakan. Panduan Pelibatan Masyarakat Lokal Dalam Implementasi REDD+ Di Indonesia Wilayah Timur.

Lexi J, M. (2007). Metodologi Penelitian Kualitatif. Remaja Rosda Karya.

Liliweri, A. (2011). Dasar-Dasar Komunikasi Antar Budaya. Pustaka Pelajar.

Pelras. (2006). The Bugis. Blackwell Publishing.

Suryadinata, L. (2017). The Chinese Minority in Indonesia (Marshall C). Seven Papers.

Downloads

Published

18-10-2025

How to Cite

Sarianto, S. R. ., Fatimah, J. M. ., & Farid, M. . (2025). Adaptasi Antarbudaya Etnik Bugis, Etnik Tionghoa Dan Etnik Sikka Krowe Dalam Aspek Sosial Dan Budaya. Journal of Innovative and Creativity (Joecy), 5(3), 28552–28562. https://doi.org/10.31004/joecy.v5i3.3350

Issue

Section

Articles